Sekolah Juara Wirautama Gelar Wirautama Bershalawat III, Perkuat Kebersamaan dalam Peringatan Maulid Nabi

Sekolah Juara Wirautama Gelar Wirautama Bershalawat III, Perkuat Kebersamaan dalam Peringatan Maulid Nabi

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sekolah Juara Wirautama menggelar acara Wirautama Bershalawat III di halaman sekolah pada Selasa, 10 September 2024. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan keagamaan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustad Syarif Mudaim. Seluruh hadirin juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Wirautama dengan penuh khidmat.

H. Rizki Amalia Rosyadi, S.Psi, MI.Kom, pengasuh Sekolah Juara Wirautama, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para santri dan peserta didik yang aktif berkontribusi melalui Yayasan Generasi Harapan Umat (GENHARUM). “Kami berharap santri dan guru Wirautama terus berkembang dengan hati yang luas, pikiran yang cerdas, dan InsyaAllah sukses dunia dan akhirat. Wirautama akan menjadi pusat kebaikan bagi masyarakat, mencetak generasi sholeh, cerdas, dan mandiri,” ujarnya.

Selain itu, H. Rizki juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan menjelang Pilkada 2024, serta mengajak seluruh pihak untuk memberikan contoh yang baik kepada generasi muda. “Kami menyeru kepada para pemangku kebijakan dan partai politik untuk memberi tauladan yang baik agar generasi muda bisa mencontoh langkah-langkah yang bijak dalam berpolitik,” katanya.

Acara ini juga diisi dengan santunan dari Sahabat Yatim dan Dhuafa (SYAFA) kepada 4.192 penerima manfaat di Kecamatan Anjatan, Patrol, dan Sukra. Santunan ini menjadi bagian dari komitmen sosial Sekolah Juara Wirautama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pembacaan Rotibul Al Atos oleh KH. Deden dan KH. Abah Munir, serta pembacaan Maulid oleh Habib Abdullah Ali Al Atos. Tausiyah dan doa penutup disampaikan oleh KH. Sirojudin Ruyani, yang diiringi dengan zikir bersama, menciptakan suasana khusyuk dan damai.

Acara Wirautama Bershalawat III diharapkan tidak hanya menjadi sarana untuk memperingati Maulid Nabi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memupuk kebaikan di tengah masyarakat.(Tim).

SD Juara Wirautama Boyong Medali Emas di Ajang Tingkat Nasional

SD Juara Wirautama Boyong Medali Emas di Ajang Tingkat Nasional

Patrol – Tiga siswa SD Juara Wirautama berhasil merebut 4 emas, 3 perak, dan 2 perunggu dalam Ajang Danyonif Mekanis 201 Swimming Competition, Minggu (15/9). Yang dilaksanakan di kolam renang Tirta Yudha Danyonif Mekanis 201 Jakarta Timur.

Ketiga siswa tersebut adalah Naura Abelia Hadiviyani Kelas 3 Raden Dewi Sartika, meraih 1 medali emas 25 meter Gaya Bebas, 1 medali Emas 25 meter Gaya Bebas Fins, 1 medali emas 25 meter gaya dada dan 1 medali perak 25 meter Gaya kupu-kupu, Naura Abelia juga dinobatkan perenang terbaik kelas 3 Putri. Sementara Akifa Naila Kelas 1 Bung Tomo, meraih 4 medali masing- masing medali emas 25 meter Gaya dada, medali perak 25 meter Gaya Bebas fins, medali perunggu 25 meter Gaya Kupu-kupu fins dan medali perak 25 meter gaya bebas. Adapun Key Alby Alfardzan yang duduk di kelas 2 Jendral Gatot Subroto meraih 1 medali perak gaya bebas fina 25 meter putra.

Kepala SD Juara Wirautama, Izin Faizin, S.Pd merasa bersyukur, karena siswa-siswinya mampu bersanding dan bertanding di bidang lomba apapun, tidak terkecuali di ajang Danyonif Mekanis 201 Swimming Competition yang dilaksanakan di Ibu Kota.

“Kami bertekat untuk memberi kesempatan dan bimbingan yang seimbang kepada anak-anak kami, agar semua bisa terangkat potensi dan prestasinya,” kata syafak menanggapi perolehan medali anak didiknya di cabang renang tersebut.

Menurut Faizin, siswa-siswi SD Juara Wirautama selalu berusaha menampilkan yang terbaik, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hal itu menunjukkan kemerdekaan pendidikan dan pengajaran benar-benar berjalan di SD Juara Wirautama yang dikenal dengan sekolahnya sangat juara.

“Terima kasih kepada semua civitas akademika, terutama kepada anak-anak, guru pembimbing, dan orang tua wali, yang telah menjadi inspirasi, penyemangat, teladan dalam setiap langkah. Semoga sekolah ini benar-benar menjadi sekolah yang juara” tutupnya.

Arvi orang tua dari Naura Abelia, peraih 3 medali emas dan 1 medali perak merasa bangga lantaran pada ajang ini masih mempersembahkan prestasi untuk SD Juara Wirautama. Siswa yang duduk di bangku kelas
3 Raden Dewi Sartika ini mengatakan walaupun potensi yang dimiliki di bidang non-akademik, namun sekolah tetap memberikan ruang kepada ia dan rekannya untuk melakukan Latihan dan pembinaan.

“Alhamdulillah, pastinya sangat bersyukur bisa jadi bagian dari SD Juara Wirautama ini. Prestasi yang kami peroleh ini juga menambah indah dari sederetan prestasi yang sudah banyak diraih SD Juara Wirautama. Semoga SD Juara Wirautama yang tercinta kami semakin Kerren dan terus menjadi juara di bidang apapun” ucapnya singkat.

Waktu Terbaik Untuk Belajar

Waktu Terbaik Untuk Belajar

Menentukan jam terbaik untuk belajar dapat sangat bergantung pada preferensi dan ritme sirkadian individu, atau proses alami tubuh yang berulang setiap 24 jam. Ada beberapa rekomendasi umum untuk lebih fokus belajar berdasarkan jam, seperti dilansir dari mulai.upgrade.

Pagi hari, pukul 05.00 sampai pukul 09.00. Pikiran masih segar setelah tidur malam yang cukup. Suasana umumnya tenang dan minim gangguan. Cocok untuk aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan daya ingat, seperti membaca dan memahami konsep-konsep baru.

Pertengahan pagi, pukul 09.00 sampai pukul 12.00. Energi tubuh masih tinggi, bagus untuk diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan tugas-tugas kreatif.

Siang dan sore hari, pukul 12.00 sampai pukul 16.00. Setelah makan siang, mungkin ada sedikit penurunan energi, tetapi ini dapat diatasi dengan sesi belajar yang lebih singkat dan intens. Cocok untuk tugas-tugas yang membutuhkan stamina lebih rendah, seperti review atau latihan soal.

Sore dan malam hari, pukul 16.00 sampai pukul 20.00. Banyak orang mulai merasa lebih fokus kembali setelah aktivitas seharian. Waktu yang baik untuk mereview materi yang sudah dipelajari sebelumnya atau untuk menyelesaikan tugas-tugas praktis.

Malam hari, pukul 20.00 sampai pukul 22.00. Beberapa orang merasa lebih kreatif dan termotivasi di malam hari. Cocok untuk refleksi, penulisan esai, atau aktivitas yang memerlukan pemikiran mendalam.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki waktu optimal yang berbeda dalam belajar. Cobalah untuk mengevaluasi diri sendiri kapan kita merasa paling produktif dan fokus, lalu sesuaikan jadwal belajar kita dengan ritme tersebut. Selain itu, pastikan untuk tetap mendapatkan istirahat yang cukup dan tidur yang berkualitas untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

4 Hal Agar Belajar Lebih Menyenagkan

4 Hal Agar Belajar Lebih Menyenagkan

Suasana belajar mengajar yang kondusif dan menyenangkan merupakan idaman setiap pendidik dan siswa.

Kondisi belajar yang kondusif dan menyenangkan akan berpengaruh pada mood guru saat menyampaikan materi pelajaran.

Begitu juga bagi siswa, apabila suasana belajar mengajar kondusif dan menyenangkan bisa motivasi dalam menyerap setiap ilmu yang disampaikan guru.

Setiap siswa pasti memiliki keinginan untuk belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

Untuk menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan, tidak hanya dipengaruhi oleh faktor siswanya.

Cara mengajar guru dalam menyampaikan materi pelajaran juga menjadi salah satu cara untuk terciptanya suasana belajar yang menyenangkan dan nyaman di dalam kelas.

Guru harus bisa membuat para siswa menjadi semangat untuk mengikuti pembelajaran di dalam kelas

Ada beberapa tips untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di dalam kelas.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut 4 tips menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di dalam kelas.

  1. Ciptakan suasana ruangan yang berbeda

Melansir laman gurusiana.id, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menciptakan suasana ruangan yang berbeda.

Caranya yaitu ubah posisi duduk siswa yang biasanya guru di depan, cobalah disusun melingkar sehingga posisi guru berada di tengah-tengah siswa.

Hal ini bertujuan untuk membangun interaksi dua arah antara siswa dan guru.

  1. Pancing Ide Anak

Guru hendaknya mengeksplore ide yang dimiliki setiap siswa. Salah satunya yaitu dengan memancing pendapat, diskusi atau debat argumen antara murid dan guru.

Di sini guru harus memberikan kepercayaan pada kemampuan masing-masing siswa, serta menghargai setiap pendapat yang mereka ungkapkan.

Guru memberikan motivasi kepada siswa agar berani berpendapat, dan menyampaikan idenya.

  1. Sisihkan waktu istirahat di tengah proses belajar mengajar

Mengutip laman pijar.info, satu hal yang bisa dilakukan agar belajar menyenangkan adalah menyediakan sedikit waktu untuk istirahat di tengah-tengah proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Kadang salah satu penyebab suasana kelas menjadi tidak kondusif adalah karena siswa sudah tidak fokus untuk belajar dan memutuskan untuk mengobrol dengan siswa.

Umumnya siswa hanya bisa fokus selama 45 menit. Oleh sebab itu, sisihkan waktu untuk istirahat dengan durasi 5-10 menit.

  1. Berikan penghargaan kepada siswa

Satu hal yang kadang dilupakan oleh guru adalah memberikan apresiasi atau penghargaan kepada siswa.

Meskipun terlihat sederhana, faktanya memberikan penghargaan kepada siswa juga merupakan salah satu cara untuk membuat kelas menjadi lebih kondusif.

Dengan memberikan penghargaan, siswa merasa dihargai dan membuatnya selalu fokus belajar di kelas.

Beberapa contoh penghargaan yang bisa guru berikan adalah “Siswa paling rajin”, “Siswa paling aktif”, atau “Siswa paling berprestasi”.

Demikian beberapa tips menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan di dalam kelas. Semoga membatu.

Penulis: Nia Erniati, S.Pd.
Jabatan: Guru MA GUPPI Al Barkah

Copyright © 2026 Juara Wirautama